Journal of Nursing Innovation https://www.ejournal.infermia.com/index.php/JNI <p>Journal of Nursing Innovation published by Infermia Publishing as an information and communication media for practitioners, researchers, and academics who are interested in the innovation and development of nursing, such as pediatric nursing, management of nursing, medical surgical nursing, maternity nursing, psychiatric nursing, community nursing, emergency nursing, gerontological nursing, and family nursing. JNI welcomes and invites original research articles, reviews (systematic and meta-analysis), Theory and concept development, study protocol, and case studies, particularly in health research. The journal is published annually 3 times every March, July, and November. First published in November 2022. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process.</p> Infermia Publishing en-US Journal of Nursing Innovation 2962-8946 <p><a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-nc/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" width="88" height="31" /></a><br />This work is licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a>.<br />JNI: Journal of Nursing Innovation<br /><strong>Published by Infermia Publishing, Depok, Indonesia</strong></p> Peran Manajemen Keperawatan Sebagai Educator Dalam Mengelola Batasan Cairan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) On Hemodialisa Di Unit Lukas https://www.ejournal.infermia.com/index.php/JNI/article/view/93 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Pasien dengan gagal ginjal kronik, hemodialisis berfungsi untuk mencegah kematian, namun tidak dapat menyembuhkan atau memulihkan fungsi ginjal yang telah rusak. Perawat dituntut mampu memberikan informasi dan pengetahuan yang akurat. Dalam menjalankan peran tersebut, perawat juga berperan juga dalam upaya pencegahan.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perawat sebagai educator dalam mengelola pembatasan cairan pada pasien CKD on hemodialisa di unit X.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dan observasional untuk menganalisis metode pemberian edukasi kepada pasien yang memerlukan terapi hemodialisa dan penerapan diit cair kepada pasien Chronic Kidney Disesase On HD di Unit X. Studi kasus ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dan observasional, responden yaitu perawat penanggung jawab shift yang ada di unit X terutama CI dan PJ shift dinas dan beberapa perawat yang dinas di setiap shift di unit X. Studi ini dilakukan pada tanggal 12-14 Januari 2026 dengan metode wawancara menggunakan pertanyaan.</p> <p><strong>Hasil: </strong>hasil studi menunjukkan bahwa perawat berperan aktif dalam memberikan edukasi berkelanjutan terkait dengan pembatasan cairan, pengaturandiet, serta pencegahan komplikasi kepada pasien dan keluarga. Intervensi edukasi yang berkelanjutan dan terstruktur yang diberikan oleh perawat secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan dan pengelolaan diet.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Keterlibatan aktif perawat dalam edukasi pasien dan keluarga berkontribusi dalam pencegahan komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Oleh karena itu, penguatan peran perawat sebagai edukator sangat diperlukan untuk mendukung manajemen jangka panjang yang efektif pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.</p> Winda Meyana yoannita yoannita Cicilia Ika Wulandari Copyright (c) 2026 Winda Meyana, yoannita yoannita, Cicilia Ika Wulandari https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-08-29 2026-08-29 5 2 54 59 10.61923/jni.v5i2.93 Efektifitas Leadership Huddle Dalam Meningkatkan Job Crafting dan Adaptasi Kerja Perawat Baru di Rumah Sakit: Literature Review https://www.ejournal.infermia.com/index.php/JNI/article/view/95 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Dalam lingkungan rumah sakit yang sangat dinamis, perawat baru sering kali menghadapi berbagai tantangan saat bertransisi dari dunia pendidikan ke lapangan praktik klinik. Proses ini dapat menimbulkan stress tinggi, penurunan kinerja dan tingkat turn over yang tinggi. Dukungan orgnisasi yang efektif adalah hal yang dibutuhkan. Penerapan <em>leadership huddle </em>dan <em>job crafting </em>terbukti mampu meningkatkan komunikasi, budaya keselamatan dan kolaborasi tim di rumah sakit. Implementasi secara rutin dari strategi ini akan dapat membantu perawat baru untuk beradaptasi dengan baik.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Mengevaluasi efektivitas <em>leadership huddle </em>dalam meningkatkan <em>job crafting, </em>adaptasi kerja dan kinerja perawat baru di lingkungan rumah sakit. Selain itu juga untuk mengetahui dampak dari praktik ini terhadap budaya keselamatan dan kepuasan kerja perawat.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan tinjauan sistematik yang mengikuti panduan PRISMA 2020<strong>. </strong>Penelusuran dari berbagai database dari 2020-2025<strong>. </strong>Dari 732 artikel dipilih 15 studi yang relevan dan berkualitas untuk dianalisis.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian didapatkan <em>leadership huddle</em> mampu meningkatkan komunikasi, keterlibatan tim, dan budaya keselamatan pasien, yang berkaitan erat dengan berkurangnya kesalahan medis, peningkatan efisiensi, serta kesejahteraan tenaga keperawatan. Selain itu, dukungan organisasi melalui praktik <em>Job Crafting</em> juga terbukti memperbaiki kinerja dan mengurangi stres perawat, sehingga mempercepat proses adaptasi dan meningkatkan kepuasan kerja.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Menunjukkan bahwa <em>leadership huddle </em>secara signifikan meningkatkan kerja sama tim, komunikasi dan kesadaran situasional. Implementasi <em>leadership huddle </em>dapat meningkatkan budaya keselamatan dan mempercepat penyelesaian masalah di rumah sakit. Selain itu praktik <em>job crafting </em>yang didukung oleh <em>leadership huddle </em>membantu perawat beradaptasi dengan baik, meningkatkan kinerja dan menurunkan stress.</p> Dewi Halim Hutasuhut Emiliana Tarigan Copyright (c) 2026 Dewi Halim Hutasuhut, Emiliana Tarigan https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-08-29 2026-08-29 5 2 60 74 10.61923/jni.v5i2.95 Pemanfaatan Bawang Dayak Sebagai Terapi Komplementer Penyakit Degeneratif Berbasis Kearifan Lokal Dayak Kalimantan Timur https://www.ejournal.infermia.com/index.php/JNI/article/view/106 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Hipertensi dan Hiperkolesterolemia merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi tinggi baik secara global maupun di Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur. Peningkatan kasus hipertensi dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, rendahnya aktivitas fisik, serta pola konsumsi yang tidak sehat. Upaya penanggulangan yang telah dilakukan pemerintah masih menghadapi berbagai kendala, sehingga diperlukan inovasi berbasis kearifan lokal sebagai alternatif pengelolaan hipertensi dan hiperkolesterolemia.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>untuk mengkaji pemanfaatan kearifan lokal masyarakat Dayak Kalimantan Timur melalui penggunaan Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia Merr) sebagai terapi komplementer dalam pengelolaan hipertensi dan hiperkolesterolemia.</p> <p><strong>Metode: </strong>metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan menggunakan beberapa artikel yang terpilih melalui database <em>Google Scholar</em>, <em>Reasearch Gate</em>, Neliti, <em>Science Direct, Elsevier</em>, SINTA, <em>Taylor &amp; Francis</em>, DOAJ <em>(Directory Of Open Access Journals)</em>. Pencarian artikel dipilih berdasarkan tahun 2021 – 2026, dengan menggunakan kata kunci bawang dayak, hipertensi, kolesterol dan Kalimantan timur.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian dari beberapa jurnal menunjukkan bahwa penggunaan terapi herbal bawang dayak <em>(Eleutherine Palmifolia Merr)</em> terbukti memberikan efek dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan juga menurunkan lemak dalam darah pada penderita kolesterol. Seluruh penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tekanan darah dan kadar lemak dalam darah sebelum dan sesudah pemberian intervensi (p &lt; 0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Bahwa pemberian terapi herbal bawang dayak <em>(Eleutherine americana Merr)</em> efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan juga menurunkan lemak dalam darah pada penderita kolesterol.</p> Evrald Evanty Bulo' Popang Jessica Rindana Kadek Dwi Septia Kartika Sudama Fransiska Novita Sari Copyright (c) 2026 Evrald Evanty Bulo' Popang, Jessica Rindana, Kadek Dwi Septia Kartika Sudama, Fransiska Novita Sari https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-08-29 2026-08-29 5 2 75 82 10.61923/jni.v5i2.106